Pemimpin Seperti Burung Elang Dulu, ketika ada orang yang bercerita bahwa hampir semua pemimpin duduk kesepian di puncak piramida, saya agak kurang percaya. Pasalnya, secara kasat mata kelihatan, setiap pemimpin dikelilingi oleh banyak sekali pengikut. Di mana-mana muncul diikuti oleh banyak orang. Sekian tahun setelah menjadi konsultan banyak pemimpin perusahaan, dan juga merasakan sendiri bagaimana kesepiannya saya di puncak piramida sebuah perusahaan swasta, terasa sekali kebenaran pernyataan di atas. Ada banyak sekali hal yang hilang begitu duduk di atas. Tawa ria yang bebas, hubungan tanpa jarak, manusia-manusia tulus yang datang tanpa kepentingan, kebebasan dari politik perkantoran yang busuk, hidup dengan stress ringan, hanyalah sebagian kecil saja dari kemewahan hidup yang hilang. Ketika hanya menjadi penasehat sejumlah pemimpin, ringan, enteng, dan jernih saja saya bisa menasehati mereka. Banyak klien yang bahkan mendekatkan anaknya ke saya, guna diberikan pencerahan berp...
Postingan populer dari blog ini
Belajar matematika dari Ustadz Yusuf Mansur
T Di usianya yang tergolong muda, kelahiran 19 Desember 1976, jadi usianya baru 30 tahun-an pada 2007 ini, sosok Ustad ini memang layak untuk dipanggil Ustad atau Guru dalam ilmu Islam. Ya, inilah Ustad Yusuf Mansur , masih muda usia, tetapi "pamor" dirinya sudah menasional, bahkan mungkin sudah "go international" . Saya memang baru mengenal dia, pada saat ikut ke dalam kelompok atau majelis taklim binaannya. Dan, di Surabaya katanya baru pertama kali digelar majelis taklim binaannya ini. Dan, beruntung saya bisa ikut hadir di sana. Pada saat itu, Ustad Yusuf Mansur memberikan uraian menarik mengenai "Shodaqoh" atau "Sedekah" . Meskipun saya sudah tahu mengenai Keagungan Al-Qur'an , yang memberikan gambaran kepada kita, bahwa dengan sedekah ini, kita bisa memperoleh ampunan Allah, menghapus dosa, dan menutup kesalahan serta keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, juga bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Tetap...
Apakah Ada Stres yang Positif Apa-kah ada stress yang positif itu? Secara jujur harus diakui bahwa kalau bicaranya soal "rasa", tentu tidak ada, sebab stress rasanya pasti tidak enak; tetapi aspek positif dari stres itu akan kita temukan kalau dilihat dari kegunaannya dan siap-sedia-nya kita dalam menggunakannya. Dari dua hal inilah timbul penjelasan bahwa stres akan positif apabila: 1. Kadarnya proporsional : Maksudnya, adalah stress tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan. ya dengan terlalu banyak stres. 2. Adanya sikap yang konstruktif (membangun) , yaitu bagaimana sikap kita merespons stress itu. Respons ini biasanya terkait dengan cara melihat stress itu, apakah sebagai tekanan ( pressure ) yang selalu menghimpit atau sebagai tantangan ( challenge ) , sesuatu yang mendorong kita untuk menjawabnya atau melangkah maju. Jika melihat stress sebagai tantangan, maka secara fungsi disebutkan bahwa stress tersebut adalah positif buat perkembangan kita. Apabila ...





ini ungkin bukan tanpa makna:



Komentar